Daftar Isi

 

Konsultasi Agama

I'tikaf Sambil Bekerja

Dr Zainuddin MZ, Lc MA
Direktur Turats Nabawi
Pusat Studi Hadits

Internalisasi dipahami sebagai penghayatan terhadap suatu ajaran, doktrin, atau nilai sehingga merupakan keyakinan dan kesadaran akan kebenaran doktrin atau nilai yang diwujudkan dalam sikap dan perilaku yang sesuai dengan masa pemahaman terhadap doktrin (teks keagamaan) itu sendiri. Seiring dengan perkembangan zaman banyak profesi dituntut bekerja maksimal dan optimal. Tampaknya tidak mungkin meninggalkan profesi 10 hari akhir Ramadhan dan berdiam di masjid untuk menjalani i’tikaf. Lalu bagaimana sebenarnya kita bisa i’tikaf sambil tetap bekerja seperti biasa. Konsepsi i’tikaf adalah berdiam diri dan perenungan yang diikuti bacaan wirid “ya Allah, sesungguhnya Engkau adalah Dzat yang mengampuni dosa, Engkau suka pada pengampunan, maka ampunilah dosa-dosaku”. Jika dilakukan di bulan Ramadhan, maka dilakukan pada 10 hari terakhir yang erat kaitannya untuk meraih kemuliaan malam Qadar yang nilainya seribu bulan. Dalam konteks kekinian, mungkinkah internalisasi hadits hadits i’tikaf yang dapat diaplikasikan pada kondisi umat yang serba berubah? Tulisan ini dimulai paparan prosesi i’tikaf secara normatif sebagaimana yang dahulu dilakukan oleh Rasulullah saw

 

Perspektif

Singa-Singa Perempuan Muhammadiyah

Hajriyanto Y. Thohari
Anggota PP Muhammadiyah,
Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa
Penuh (LBBP) RI di Beirut

Mungkin KH Ahmad Dahlan sendiri ketika bersama-sama dengan beberapa tokoh Muhammadiyah lainnya mendirikan Aisyiyah pada 1917 tidak membayangkan organisasi perempuan Muhammadiyah ini akan berkembang seperti sekarang. Ketika itu, Dahlan mengundang beberapa tokoh Muhammadiyah ke rumahnya untuk berembug. Di sana ada Haji Fachrodin, KH Muchtar, Ki Bagus Hadikusumo, dan beberapa perempuan muda belia yang nota bene kader kader Dahlan, yaitu Siti Bariyah, Siti Dawimah, Sita Dalalah, Siti Busyro, Siti Walidah, Siti Wadingah, Siti Badilah, dan lain-lainnya yang belum tercatat dalam historiografi Muhammadiyah. Bayangkan pada masa dimana perempuan masih berada pada budaya atau tradisi konco wingking, Dahlan sudah melakukan terobosan yang genius menyertakan perempuan dalam urusan
pergerakan. Betapa majunya Dahlan, betapa progresifnya Darwis.

Konsultasi Keluarga

Nilai Puasa untuk Pendidikan Keluarga

Dr. Mulyana AZ S.Pd M.Si
Ketua Litbang Mudipat
Ketua Majelis Pustaka PWM Jawa Timur

Keluarga merupakan unit sosial terkecil yang utama dan pertama bagi seorang anak. Pada dasarnya pendidikan dalam keluarga yang berperspektif Islam adalah pendidikan yang didasarkan pada tuntunan agama Islam. Pendidikan dalam keluarga dimaksudkan untuk membentuk anak agar menjadi manusia
yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta berakhlak mulia yang mencakup etika, moral, budi pekerti, spiritual atau pemahaman dan pengalaman nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Pembentukan karakter anak menjadi lebih mudah dan berkualitas pada bulan Ramadhan.